Posted by: setang | July 28, 2008

Menangkal Gigi Berlubang

Tip Menggosok Gigi
1. Menggosok gigi dengan benar dan teratur dua kali sehari dapat mengurangi risiko terjadinya kerusakan gigi.
2. Menyikat gigi dengan arah vertikal (dari arah gusi ke gigi), bukan horizontal (dari kiri ke kanan).
3. Untuk gusi dan bagian interdental (antara gigi) lakukan arah memutar.
4. Khusus gigi deretan depan dan samping, kepala sikat gigi diletakkan 45 derajat terhadap permukaan gigi, seperti mencongkel.
5. Sebaiknya gunakan sikat gigi dengan ukuran yang pas dan bulu sikat yang halus (dari bahan sintetis).
6. Berkumur dapat membantu menyingkirkan sisa makanan. Penggunaan obat kumur antiseptik bisa menjadi solusi yang efektif dan praktis untuk mengatasi daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.
5. Pilihlah pasta gigi yang mengandung fluor.

Penyakit Akibat Radang Gusi
1. Stroke.
2. Diabetes.
3. Penyakit jantung.
4. Kelahiran prematur.

Menggosok gigi hanya membersihkan rongga mulut sebesar 25 persen.
Lebih baik sakit hati dibanding sakit gigi. Anda tentu sudah sering mendengar ungkapan lama ini. Begitu menderita sakit gigi, orang lebih memilih patah hati dibanding sakit gigi. Maklum, gigi merupakan unsur utama saat mengunyah makanan. Jika bagian ini mengalami gangguan, seperti rusak atau berlubang, makanan pun akan sulit dicerna dengan baik. Karena itu, setiap orang disarankan agar merawat kebersihan dan kesehatan gigi dengan baik, terutama menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur.

Namun, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Sri Angky Soekanto, DDS, PhD, menyebutkan, menggosok gigi saja tidak cukup. Sebab, aksi itu hanya mampu membersihkan 25 persen rongga mulut. Tak mengherankan jika saat ini ditemukan 95 persen jumlah penduduk dunia menderita penyakit karies atau gigi berlubang.

Sri mengungkapkan ada tiga faktor yang menyebabkan gigi seseorang berlubang: bakteri Mutans streptococci (mutans S), air liur, dan makanan. Di dalam rongga mulut, bakteri mutans S berkembang biak. Apabila Anda mengkonsumsi makanan atau camilan, mutans S menyerap sisa-sisa gula yang tertinggal di permukaan dan sela-sela gigi. Kemudian bakteri ini membentuk koloni pada lapisan plak dan berkembang biak sehingga menyebabkan gula berfermentasi menjadi senyawa asam (pH mulut kurang dari 5,5). Senyawa asam yang terbentuk mengikis lapisan email gigi sehingga terbentuklah lubang di permukaan gigi.

Untuk mencegah kerusakan atau terjadinya gigi berlubang, Profesor Elza Ibrahim Auerkari, DDS, Mbiomed, PhD, dari Departemen Biologi Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia mengatakan, dapat dilakukan dengan mengkonsumsi xylitol yang tak lain merupakan pemanis alami yang dihasilkan oleh xylan hemicellulosel. Di alam, xylitol terkandung dalam serat beberapa jenis buah-buahan dan sayuran.

Berkat usaha para peneliti Jerman dan Prancis, keberadaan xylitol sebagai senyawa kimia organik sebenarnya dikenal sejak 1890-an. Para ilmuwan ini menemukan kandungan xylitol pada serat kayu pohon white birch dan oak evergreen yang banyak tumbuh di Finlandia, bahkan dengan kadar xylitol yang tinggi. Selain terkandung dalam berbagai jenis serat kayu, bahan ini terkandung dalam berbagai bahan makanan, antara lain plum, raspberi, stroberi, kembang kol, dan bayam.

Elza menjelaskan, walaupun xylitol adalah pemanis, bakteri mutans tidak dapat menfermentasikan xylitol sehingga akhirnya tidak terbentuk senyawa asam penyebab gigi berlubang. “Malahan pada saat bakteri mutans S menyerap xylitol, bakteri-bakteri tersebut akan menjadi lemah karena tidak mendapatkan energi untuk menghasilkan asam, sehingga akhirnya mereka menjadi mati,” ucap Elza. Pada akhirnya, xylitol membuat pH mulut stabil sehingga gigi berlubang pun bisa dicegah. Untuk mendapatkan hasil efektif, sebaiknya xylitol dikonsumsi setelah makan.

Elza juga menyarankan sebaiknya xylitol dikonsumsi oleh orang yang sudah mengalami gigi berlubang. Sebab, konsumsi xylitol dapat menekan terjadinya kerusakan gigi yang lebih parah.

Efektivitas xylitol ini telah dibuktikan melalui studi klinis yang dilakukan oleh Universitas Turku, Finlandia, dan sejumlah penelitian yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di berbagai negara, terakhir di Belize, Amerika Latin. Di sana dilakukan penelitian gabungan antara Universitas Michigan dan Kementerian Kesehatan Belize. Penelitian 40 bulan tersebut menyimpulkan bahwa konsumsi xylitol dalam jangka panjang bisa mencegah gigi berlubang. Bagaimana, lebih baik mencegah, bukan? MARLINA MARIANNA SIAHAAN

Cara Kerja Xylitol
1. Mencegah terbentuknya senyawa asam pada lapisan plak di permukaan gigi.
2. Merangsang produksi air liur yang kaya kandungan kalsium untuk mempercepat proses pembentukan kembali lapisan mineral gigi (remineralisasi).


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: